Gate valve – EBRO ARMATUREN INDONESIA

Gate valve – EBRO ARMATUREN INDONESIA

Kali ini Ebro Armaturen Indonesia ingin memberikan sedikit memberikan informasi tentang Diaphragm Valve(katup diafragma).Katup diafragma (atau katup membran) terdiri dari badan katup dengan dua atau lebih port, diafragma, dan “bendung atau pelana” atau kursi di mana diafragma menutup katup.

Badan katup dapat dibangun dari plastik, logam, kayu atau bahan lainnya tergantung pada penggunaan yang dimaksudkan.

Awalnya, katup diafragma dikembangkan untuk digunakan dalam aplikasi industri dan / atau organ-pipa.

Kemudian desain tersebut diadaptasi untuk digunakan dalam industri bio-farmasi dengan menggunakan bahan yang sesuai yang dapat bertahan dari metode sanitasi dan sterilisasi.

Ada dua kategori utama katup diafragma: satu jenis segel di atas “bendung” (pelana) dan yang lain (kadang-kadang disebut katup “bore penuh atau lurus”) di atas kursi.

Jenis bendung atau sadel adalah yang paling umum dalam aplikasi proses dan jenis tempat duduk lebih umum digunakan dalam aplikasi bubur untuk mengurangi masalah pemblokiran tetapi ada juga sebagai katup proses.

Sementara katup diafragma biasanya datang dalam bentuk dua port (katup diafragma 2/2 arah), mereka juga dapat datang dengan tiga port (katup diafragma 3/2-arah juga disebut T-valves) dan lebih banyak (disebut blok-katup) .

Ketika lebih dari tiga port dimasukkan, mereka umumnya membutuhkan lebih dari satu kursi diafragma; namun, aktuator ganda khusus dapat menangani lebih banyak port dengan satu membran.

Katup diafragma bisa manual atau otomatis. Aplikasi mereka umumnya sebagai katup pemutus dalam sistem proses dalam industri, makanan dan minuman, farmasi dan industri biotek.

Generasi yang lebih tua dari katup ini tidak cocok untuk mengatur dan mengontrol aliran proses, namun perkembangan baru di bidang ini telah berhasil mengatasi masalah ini.

Selain dikenal dengan baik, dua cara mematikan katup diafragma, jenis lainnya termasuk: Tiga cara katup deadleg nol, port akses steril, blok dan katup berdarah, katup dan bawah tangki.

Katup diafragma dapat dikontrol oleh berbagai jenis aktuator misalnya manual, pneumatik, hidrolik, listrik dll.

Katup diafragma yang paling umum menggunakan aktuator pneumatik; dalam jenis katup ini, tekanan udara diterapkan melalui katup pilot ke aktuator yang pada gilirannya menimbulkan diafragma dan membuka katup.

Katup jenis ini adalah salah satu katup yang lebih umum digunakan dalam operasi di mana kecepatan katup adalah suatu keharusan.

Katup diafragma hidraulik juga ada untuk tekanan lebih tinggi dan operasi kecepatan lebih rendah. Banyak katup diafragma juga dikendalikan secara manual.

Kami Ebro Armaturen Indonesia akan memberikan yang terbaik untuk semuanya

perhatikan bahwa kisaran EBRO tidak tersedia untuk pembelian online jadi email melalui pertanyaan Anda.

Untuk lebih jelas dan lengkap bisa datang dan melihat langsung.

PT.Suplindo 88 ditunjuk oleh Ebro Armaturen International untuk memasarkan dan melayani semua produk Ebro Armaturen dalam berbagai ukuran dan spesifikasi.

Hubungi Kami :
Alamat : Ruko Sunter Metro Blok B 29, Jl. Danau Sunter Utara, Jakarta 14340

VISIT http://valvearmaturenindonesia.com/

EBRO ARMATUREN INDONESIA

JENIS-JENIS VALVE DAN CARA KERJANYA – EBRO ARMATUREN INDONESIA

JENIS-JENIS VALVE DAN CARA KERJANYA

Ebro Armaturen indonesia  akan sedikit memperkenalkan kembali jenis dan fungsi dari valve.Valve atau Katub adalah sebuah alat yang mengatur adanya aliran yang di kendalikan dengan cara membuka, menutup atau sebagian terbuka.

Beberapa macam, cara kerja dan Jenis Valve akan kita bahas di Artikel menarik ini. Lengkap dengan dalam berbagai Jenis Bal Valves, Gates Valve, Butterfly Valves, Globe Valves dan Chek Valves.

Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita sudah sangat akrab dengan Valve ini termasuk Jenis-jenis Valve yang sudah sama-sama kita kenal.

Valve atau katub atau biasa kita sebut dengan Kran banyak terpasang dirumah kita seperti Kran Air, Element dalam Closed kamar Mandi, juga pada Tabung Gas Kompor kita.

  1. BALL VALVE

Sesuai dengan namanya Ball Valve adalah sebuah Valve pengontrol aliran dengan bentuk Bola/Ball berlobang pada bagian dalamnya yang diputar sesuai dengan besarnya dan arah aliran yang diinginkan.

Bila Lobang pada Bola di dalam Valve segaris lurus dengan Pipa, maka akan ada Aliran atau Flow yang dapat melewati Valve tersebut ( Normaly Open)
Sebaliknya jika Lobang pada Ball Valve mengarah ke sisi lainnya,  berarti kondisi Valve dalam keadaan tertutup ( Normaly Close).

Secara umum Ball Valve ini banyak sekali dipakai di Indonesia karena memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan Valve Type tertentu. Dapat menahan Pressure dan suhu yang tinggi dan mudah dalam perawatannya, termasuk dalam Ebro Armaturen Indonesia 

Material Ball Valve sendiri bisa tersedia dengan beberapa macam seperti PVC, Besi atau Stainless Steel. Seperti yang sering kita lihat untuk beberapa kebutuhan di rumah kita. Kran Air juga memakai sistem Ball dalam valve nya.

Ada 2 Type Ball Valve yang yang kita kenal :

A. REDUCED BORE BALL VALVE
Adalah Jenis Ball Valve dengan  Diameter Lobang Bola nya berbeda ukuran dengan Diameter ukuran Pipa nya. Biasanya 1 Ukuran lebih kecil daripada ukuran diameter Pipanya.

B. FULL BORE BALL VALVE
Adalah Ball Valve dengan ukuran diameter Lobang pada Ball di Valve sama dengan diameter Pipanya. Biasanya digunakan pada Pigging Line, Production manifold dan beberapa lokasi lainnya.

  1. GLOBE VALVE

Globe Valve adalah jenis Valve yang dapat mengatur besarnya Fluida yang mengalir pada Pipa. Perinsip kerja dalam Operation Globe Valve adalah tegak lurus, hal ini memastikan bahwa aliran atau Flow pada Pipa dapat diatur melalui tuas yang menutup pada ring yang ada dibawahnya.

Kelebihan dari sistem Tegak Lurus pada Globe Valve ini adalah dapat menutup dengan baik melalui tuas yang menempel pada Lobang. Tuas tersebut digerakkan dengan Thread yang bisa di kendalikan. ( Tampak pada Gambar ).

Ada 2 Jenis Globe Valve yang umum digunakan yaitu :

 

  1. GLOBE VALVE  Z – Body

Memiliki diagfragma menyerupai huruf Z. Mempunyak bentuk atau design yang simetris sehingga memudahkan pergerakan Tuas penutup bekerja lebih mudah (Tuas tegak Lurus)

  1. GLOBE VALVE  Y – Body

Memiliki bentuk atau design dengan posisi Ring dan Tuas penutup membentuk sudut 45”. Biasanya di gunakan untuk Flow dengan tekanan tinggi.

 

  1. GATES VALVE

Dengan sistem Tegak Lurus yang mirip dengan cara kerja Globe Valve, Gates Valve ini menutup atau membuka Flow dengan cara mengangkat dan menurunkan Tuas penutupnya.

Bentuk ujung Tuas dari Gates Valve ini biasanya Bulat atau Persegi panjuang.

Gates Valve ini biasanya digunakan pada Pipa dengan durasi position yang tetap. Misalnya Full Normaly Open atau Full Normaly Close.

Jika Gates Valve ini dibiarkan padakedudukan setengah Open atau Setengah Close, maka dikuatirkan akan menyebabkan kerusakan pada ujung Tuas yang berbentuk lebar ( Bulat atau Persegi panjang).

Bisa terjadi Korosi dan pengikisan pada sudut-sudut Gates, atau bisa juga mengganggu Presisi pada Gates tersebut.

Service Maintenance pada Gates Valve ini memerlukan Lubricant atau Sealent yang sangat banyak karena harus memenuhi Body Valve yang besar agar kerusakan atau kemampuan Valve dalam menutup bisa di minimalisasi.

Kerusakan yang umum pada Gates Valve ini adalah Passing/Jammed atau Bocor. Jadi ketika valve dalam kondisi Fully Close, masih ada Flow yang berjalan.

Keunggulan Gates Valve ini salahsatunya adalah Kuat dan sangat presisi dalam kondisi Fully Closed. Pada Kondisi Fully Open, kemungkinan akan Pressure Drop sangatlah kecil.

Jadi akan baik sekali jika Flow pada Pipa Down Stream akan diperbaiki atau Service pada Pipa Down Streamnya.

  1. BUTTERFLY VALVES

Valve Butterfly lebih mirip dengan Sistem Kerja Ball Valve. Hanya saja Butterfly Valve ini menggunakan sistem Isolation dengan Gerbang yang besar (lihat Gambar dibawah). Lebih sederhana dan tentunya memiliki harga yang lebih murah.

Papan Penutup berbentuk Bulat dengan Poros ditengah ( Seperti Sayap Butterfly ) memungkin Valve Butterfly ini memiliki putaran 90”. Sangat sederhana dan mudah dalam operation nya.

Dengan kemungkinan Flow yang besar bisa didapat dari jenis Valve ini, Butterfly Valve akan cocok digunakan pada Flow Cair atau Gas dengan Pressure Rendah dan Volume yang besar.

  1. CHECK VALVES

Bentuk terakhir dari Valve ini adalah Chekc Valve dengan ciri khas nya yaitu hanya dapat mengalir Satu Arah saja atau tertutup ( Normaly Close). Jenis valve ini sering kita lihat pada Flow Outlet atau Discharge dari Centrifuge Pump.

Sistem Kerja Check valve ini sangat sederhana yaitu Valve akan terbuka jika ada tekanan atau pressure dari Main Stream. Akan tetapi akan tetap tertutup jika ada Flow dari arah sebaliknya.

Jadi jika Tekanan balik memiliki Pressure yang lebih tinggi, maka Valve akan tetap tertutup. Check valve ini memiliki Lobang Flow yang sama dengan diameter Pipa nya.

Fungsi utamanya adalah menahan Reverse Flow agar tidak naik kearah yang tidak diinginkan ( Tekanan balik ).

Beberapa Check valve memiliki bentuk gates atau gerbang yang berbeda. yang sering kita lihat seperti bentuk Swing yang sederhana dan mudah mekanismenya. Material Check valve biasanya dari logam agar memastikan kekuatan menutup dan menjada dari pressure balik yang kuat.

Jenis-jenis Check valve akan kita bahas pada artikel selanjutnya di Website ini.

  1. SAFETY VALVE

Safety Valve adalah Jenis valve dengan cara kerja secara Otomatis. Biasanya digunakan pada Boiler, Pressure Pump atau sesuatu yang memiliki batas tekanan dan temperatur tertentu. Safety Valve ini akan otomatis terbuka pada pressure dan temperature yang di tetapkan.

 

Pada Proses Kerja, Safety Valve selalu ada pada Pompa dengan Tekanan tinggi. Dengan adanya element ini maka, Pompa tersebut akan Release pada pressure tertentu yang dianggap sebagai ambang batas keamanan.

Disebut dengan  nama Safety Valve karena ini sebagai element pengingat Safety yang akan bekerja pada tekanan atau Temperature yang dianggap berlebihan.

Seperti terlihat pada Gambar diatas, Safety Valve memiliki sistem Satu Arah yang dibangun dari Spring dan Ball. Fungsi alami Spring ini yang dijadikan sebagai batas kekuatan menahan Pressure hingga tingkat tertentu.

Sebuah sistem kerja Spring yang tentunya akan mengalami penurunan presisi dalam jangka waktu tertentu dari yang seharusnya.

KESIMPULAN JENIS -JENIS VALVE

Jenis-jenis Valve lain  yang secara fungsional juga banyak digunakan  sesuai dengan kebutuhan kusus sebagai berikut :

  • PSV    = Pressure Safety valve
  • SDV   = Shutdown valve
  • BDV   = Bleeder Valve
  • ESDV = Emergency Shutdown Valve

Itulah jenis-jenis Valve yang coba kami rangkum dalam artikel kecil ini. Semoga bermanfaat dan berguna bagi yang membutuhkan. Jenis – Jenis Valve yang lain mungkin saja masih ada dan akan kita bahas dalam artikel selanjutnya di website ini.

Itulah sebabnya EBRO Armaturen Indonesia memulai proses terbuka dengan menggunakan bantuan semua karyawan kami dan telah menetapkan dua belas prinsip yang merangkum dasar-dasar kerja sama kami secara internal dan eksternal dengan pernyataan yang mudah diingat dan gambar yang eye-catching.

Visit
valvearmaturenindonesia.com

 

Relief valve – Ebro Armaturen Indonesia

Ebro Armaturen Indonesia

Ebro Armaturen Indonesia kali ini akan memperkenalkan Relief Valve (Katup Bantuan)

Relief valve atau pressure relief valve (PRV) adalah jenis katup pengaman yang digunakan untuk mengontrol atau membatasi tekanan dalam suatu sistem.

tekanan mungkin sebaliknya membangun dan menciptakan suatu proses kesal, kegagalan instrumen atau peralatan, atau kebakaran. Tekanan dikurangi dengan membiarkan cairan bertekanan mengalir dari bagian tambahan keluar dari sistem.

Katup bantuan dirancang atau diatur untuk membuka pada tekanan yang ditentukan sebelumnya untuk melindungi bejana tekan dan peralatan lain agar tidak terkena tekanan yang melebihi batas desain mereka.

Ketika tekanan yang ditetapkan terlampaui, katup relief menjadi “jalur paling tidak resisten” ketika katup dipaksa terbuka dan sebagian dari cairan dialihkan melalui rute tambahan.

Cairan yang dialihkan (cair, gas atau campuran gas-cair) biasanya disalurkan melalui sistem perpipaan yang dikenal sebagai header suar atau header relief ke pusat, flare gas yang ditinggikan di mana biasanya dibakar dan gas pembakaran yang dihasilkan dilepaskan ke atmosfer.

Saat cairan dialihkan, tekanan di dalam bejana akan berhenti naik. Setelah mencapai tekanan resleting katup, katup akan menutup.

Blowdown biasanya dinyatakan sebagai persentase dari tekanan yang ditetapkan dan mengacu pada seberapa banyak tekanan yang harus turun sebelum katup kembali.

Blowdown dapat bervariasi dari sekitar 2–20%, dan beberapa katup memiliki blowdown yang dapat disesuaikan.

Dalam sistem gas bertekanan tinggi, disarankan agar saluran keluar katup buang berada di udara terbuka.

Dalam sistem di mana outlet terhubung ke perpipaan, pembukaan katup bantuan akan memberikan tekanan yang menumpuk di sistem perpipaan di hilir katup relief.

Ini sering berarti bahwa katup relief tidak akan kembali duduk setelah tekanan yang ditetapkan tercapai. Untuk sistem ini sering disebut katup “diferensial” relief digunakan.

Ini berarti bahwa tekanan hanya bekerja pada area yang jauh lebih kecil daripada area bukaan katup. Jika katup dibuka, tekanan harus turun sangat besar sebelum katup menutup dan juga tekanan outlet katup dapat dengan mudah menjaga katup terbuka.

Pertimbangan lain adalah bahwa jika katup pelepas lainnya dihubungkan ke sistem pipa saluran keluar, mereka dapat terbuka karena tekanan dalam sistem pipa knalpot meningkat. Ini dapat menyebabkan operasi yang tidak diinginkan.

Dalam beberapa kasus, katup yang disebut katup bertindak sebagai katup bantuan dengan digunakan untuk mengembalikan semua atau sebagian dari cairan yang dikeluarkan oleh pompa atau kompresor gas kembali ke reservoir penyimpanan atau saluran masuk pompa atau kompresor gas.

Ini dilakukan untuk melindungi pompa atau kompresor gas dan peralatan terkait dari tekanan yang berlebihan.

Katup bypass dan jalan pintas dapat bersifat internal (bagian integral dari pompa atau kompresor) atau eksternal (dipasang sebagai komponen dalam jalur fluida).

Banyak mesin pemadam kebakaran memiliki katup pelepas untuk mencegah overpressurisasi selang api.

Itulah sebabnya EBRO ARMATUREN INDONESIA. memulai proses terbuka, Anda akan menerima katup EBRO ARMATUREN INDONESIA. perhatikan bahwa kisaran EBRO tidak tersedia untuk pembelian online jadi email melalui pertanyaan Anda.

Untuk lebih jelas dan lengkap bisa datang dan melihat langsung.

Visit

Valvearmaturenindonesia.com

Pressure Regulating Valve – Ebro Armaturen Indonesia

Kesempatan kali ini Ebro Armaturen Indonesia akan memperkenalkan apa itu PRV.

PRV merupakan kepanjangan dari Pressure Regulating Valve yaitu suatu alat(valve) yang berfungsi untuk mengatur suatu sistem tekanan fluida gas atau cair dari sistem sumber tekanan yang tinggi sehingga menghasilkan tekanan yang lebih rendah sesuai kebutuhan suatu sistem.

Fungsi PRV

Sumber sistem tekanan yang tinggi misalnya yang berasal dari kompresor, pompa, tanki reservoir serta sistem tekanan tinggi lainnya yang didistribusikan ke suatu sistem tertentu akan terlebih dahulu dilakukan penurunan sehingga sesuai dengan spesifikasi kebutuhan sistem, atau juga untuk kebutuhan keamanan dan keselamatan penggunaan. Itulah fungsi utama dilakukan pemasangan Pressure Regulating Valve (PRV).

Salah satu contoh penggunaan PRV adalah pada sistem sirkulasi air di gedung bertingkat.

Suatu sistem instalasi air bersih di gedung bertingkat tinggi sangat di pengaruhi oleh gaya gravitasi bumi yang akan menyebabkan tekanan air mengalami peningkatan.

Semakin tinggi gedung maka tekanan air yang berada di lantai dasar semakin bertambah dan ini akan membahayakan instalasi pipa termasuk terjadinya kerusakan pada head sprinkler serta alat-alat pendukung yang lain jika tidak di pasang alat pengatur tekanan (PRV).

Adanya Water Pressure Reducing Valve berfungsi untuk mengatur tekanan air agar stabil dan rata.

Penempatan water Presure Reducing Valve (PRV) air bersih di gedung bertingkat tergantung pada kebutuhan di lapangan.

Namun biasanya penempatan berjarak per 6 lantai. Jika tinggi lantai 3 meter maka penempatan Pressure Reducing Valve berjarak 18 meter.

Dan tekanan air maksimum pada inlet PRV di atur kurang lebih 3 – 4kg/cm2. Hal ini untuk menjaga keamanan alat – alat yang menggunakan air seperti shower spray yang memiliki batas tekanan maximum 4,5kg/cm2, kran, wastafel dan alat – alat lain.

Bayangkan jika air dari main pompa yang bertekanan sekitar 8-12 bars tersebut langsung mengarah ke sower atau kran air, apa yang akan terjadi?

Tipe-tipe Pressure Regulating Valve

Pressure Regulating Valve(PRV) atau disebut juga Pressure Reducing Valve dilihat dari sistem operasionalnya bisa dibedakan kedalam 2 tipe,yaitu:
1. PRV satu tahap
2. PRV dua tahap

  • PRV Satu Tahap

     

    Gambar di atas merupakan sebuah sistem PRV dengan satu tahap pressure regulator.Beberapa komponen utama PRV tampak, yaitu: inlet dan outlet pressure gauge, membran diafragma, pegas, poppet valve, serta tuas untuk mengatur set point tekanan kerja PRV.Komponen-komponen tersebut tentunya mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing

    Pressure gauge berfungsi sebagai penunjukan nilai tekanan fluida baik pada sisi sumber tekanan maupun sisi keluaran PRV. Diafragma berfungsi untuk menciptakan sebuah ruang kerja fleksibel di dalam PRV yang mampu berubah-ubah volume.

Dua pegas pada sistem PRV berfungsi untuk menghasilkan kesetimbangan tekanan, sedangkan Poppet valve berfungsi untuk membuka serta menutup aliran fluida.

Cara Kerja PRV Satu Tahap

Prinsip kerja Pressure Regulating Valve (satu tahap) umumnya hanya menggunakan prinsip-prinsip sistem mekanis dan tidak ada sistem elektris sama sekali.

Jika tekanan fluida di area outlet turun (area berwarna biru lebih muda), maka yang terjadi adalah ruangan di dalam diafragma akan mengecil karena pegas 1 akan menekan diafragma.

Selain itu pegas 1 juga akan menekan poppet valve sehingga akan membuka aliran fluida untuk masuk ke area diafragma.

Fluida dapat masuk ke area ini karena memiliki tekanan yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan di dalam area diafragma.

Pada suatu kondisi tertentu tekanan fluida di dalam area outlet ditambah dengan tekanan dari pegas 2, akan cukup kuat untuk melawan dorongan dari pegas 1 yang memiliki ukuran lebih besar daripada pegas 2.

Sehingga kondisi demikian akan menciptakan keseimbangan yang menyebabkan poppet valve kembali tertutup.

Proses tersebut berlanjut demikian seterusnya setiap tekanan di downstream PRV lebih rendah daripada nilai set point yang seharusnya.

 

  • PRV Dua Tahap

Berbeda dengan PRV satu tahap, PRV dengan dua tahap pressure regulator menggunakan pegas serta membran diafragma yang lebih banyak untuk menciptakan sebuah ruang keseimbangan di dalam PRV (chamber).

Ini merupakan perbedaan yang paling mendasar jika dibandingkan dengan PRV satu tahap.

Cara Kerja PRV Dua Tahap

Pada saat tekanan fluida pada ruangan outlet turun, maka pegas 1 akan menekan diafragma dan poppet valve 1 sehingga fluida bertekanan lebih tinggi di chamber akan masuk ke ruang outlet.

Saat tekanan fluida chamber turun karena harus masuk ke ruang outlet, maka proses yang sama terjadi pada pegas 4 yang akan mendorong poppet valve 2 sehingga fluida bertekanan lebih tinggi masuk ke ruang chamber.

Saat tekanan fluida outlet sudah sesuai dengan tekanan set point-nya, maka sistem pegas akan membentuk kesetimbangan sehingga kedua poppet valve akan tertutup sempurna.

Melihat dari cara kerja ke dua PRV tersebut nampak bahwa dua tipe PRV tersebut memiliki fungsi yang sama namun untuk penggunaan pada kondisi yang sedikit berbeda.

PRV dengan hanya satu tahap pengaturan tekanan lebih cocok digunakan pada fluida dengan tekanan kerja rendah.

Sedangkan PRV dengan dua tahap pressure regulator lebih cocok digunakan untuk fluida bertekanan kerja sangat tinggi.

Demikian gambaran mengenai apa itu Pressure Regulating Valve beserta jenis dan fungsinya.

Dari beberapa di atas masih banyak lagi,karena Ebro Armaturen Indonesia menyediakan juga berbagai Valve (Katup)

PT.Suplindo 88 ditunjuk oleh Ebro Armaturen International untuk memasarkan dan melayani semua produk Ebro Armaturen dalam berbagai ukuran dan spesifikasi.

Hubungi Kami :
Alamat : Ruko Sunter Metro Blok B 29, Jl. Danau Sunter Utara, Jakarta 14340

VISIT http://valvearmaturenindonesia.com/

EBRO ARMATUREN INDONESIA

Gate valve – EBRO ARMATUREN INDONESIA

Dalam kesempatan ini tidak ada salahnya jika kami Ebro Armaturen Indonesia akan memperjelas tentang apa itu Gate Valve (Katup Gerbang )

Katup gerbang, juga dikenal sebagai katup pintu air, adalah katup yang terbuka dengan mengangkat gerbang atau persegi panjang yang berbentuk bulat / keluar dari jalur cairan.

Ciri khas dari katup gerbang adalah permukaan pemeteraian antara gerbang dan kursi adalah planar, sehingga katup gerbang sering digunakan ketika aliran garis lurus cairan dan pembatasan minimum yang diinginkan. Wajah gerbang bisa paralel, tetapi yang paling sering berbentuk baji.

Valve design

Katup gerbang terutama digunakan untuk mengizinkan atau mencegah aliran cairan, tetapi katup gerbang biasanya biasanya hanya digunakan untuk on / off daripada pengaturan aliran kecuali mereka secara khusus dirancang untuk tujuan itu.

Karena kemampuan mereka untuk memotong cairan, katup gerbang sering digunakan dalam industri perminyakan.

Pada membuka katup gerbang, jalur aliran diperbesar dengan cara yang sangat nonlinier sehubungan dengan persen pembukaan.

Ini berarti laju aliran tidak berubah secara merata dengan perjalanan batang. Juga, gerbang yang sebagian terbuka cenderung bergetar dari aliran fluida.

Sebagian besar perubahan aliran terjadi di dekat pematian dengan kecepatan fluida yang relatif tinggi yang menyebabkan gerbang dan kursi dipakai dan akhirnya bocor jika digunakan untuk mengatur aliran. Katup gerbang yang khas dirancang untuk sepenuhnya dibuka atau ditutup.

Ketika terbuka penuh, katup gerbang yang khas tidak memiliki rintangan di jalur aliran, sehingga kehilangan gesekan sangat rendah.Katup gerbang digerakkan oleh batang berulir yang menghubungkan aktuator (misalnya handwheel atau motor) ke gerbang.

Mereka dicirikan memiliki batang yang naik atau batang yang bergejolak, tergantung pada ujung batang mana yang berulir. Batang yang naik tetap ke gerbang dan naik dan turun bersamaan saat katup dioperasikan, memberikan indikasi visual posisi katup.

Aktuator mengambil bentuk mur yang diputar di sekitar batang berulir untuk memindahkannya. Katup-katup induk yang anti-runcing dipasangkan ke, dan dirotasi dengan, aktuator, dan dipasangkan ke gerbang.

Mereka mungkin memiliki pointer berulir ke ujung atas batang untuk menunjukkan posisi katup, karena gerakan gerbang tersembunyi di dalam katup. Batang-batang yang tidak digunakan digunakan di bawah tanah atau di mana ruang vertikal terbatas.

Katup gerbang mungkin memiliki ujung flanged yang dibor sesuai dengan standar dimensi sambungan pipa yang kompatibel. Katup gerbang biasanya dibangun dari besi cor, besi ulet, baja karbon cor, gunmetal, baja tahan karat, baja paduan, dan baja tempa.

Semua gerbang gerbang logam biasanya digunakan dalam ruang vakum ultra-tinggi untuk mengisolasi daerah ruangan.

Bonnet(Kap mesin)

Kap topi menyediakan penutup anti bocor untuk badan katup. Katup gerbang mungkin memiliki topi sekrup, penyatuan, atau baut. Kap sekrup sekrup adalah yang paling sederhana, menawarkan segel yang tahan lama dan bertekanan ketat.

Union bonnet cocok untuk aplikasi yang perlu sering diperiksa dan dibersihkan. Ini juga memberi kekuatan tambahan pada tubuh. Kap mobil yang dilas digunakan untuk katup yang lebih besar dan aplikasi tekanan yang lebih tinggi.

Pressure seal bonnet(Tutup Segel Tekanan)

Tipe lain konstruksi kap di katup gerbang adalah bonnet seal tekanan. Konstruksi ini diadopsi untuk katup untuk layanan tekanan tinggi, biasanya lebih dari 2250 psi (15 MPa).

Fitur unik dari tutup segel tekanan adalah bahwa bonnet berakhir di cangkir menghadap ke bawah yang cocok di dalam tubuh katup. Ketika tekanan internal di katup meningkat, sisi-sisi cangkir dipaksa keluar. memperbaiki segel body-bonnet.

Konstruksi lain di mana segel disediakan oleh tekanan klem eksternal cenderung menciptakan kebocoran di tubuh-topi topi.

Knife gate valve(katup gerbang pisau)

Untuk padatan dan cairan, katup khusus yang sering dikenal sebagai katup gerbang pisau digunakan untuk memotong material.

Beberapa gambar tentaang Gate valve dari ebro armaturen Indonesia :

   Inconel gate valve casting

 

 

 

Cryogenic 254 SMO gate valve

 

 

 

Stainless steel No return valve

 

 

Dari beberapa di atas masih banyak lagi,karena Ebro Armaturen Indonesia menyediakan juga berbagai Valve (Katup)

PT.Suplindo 88 ditunjuk oleh Ebro Armaturen International untuk memasarkan dan melayani semua produk Ebro Armaturen dalam berbagai ukuran dan spesifikasi.

Hubungi Kami :
Alamat : Ruko Sunter Metro Blok B 29, Jl. Danau Sunter Utara, Jakarta 14340

VISIT http://valvearmaturenindonesia.com/

EBRO ARMATUREN INDONESIA

 

WORM GEAR/Roda Gigi Cacing – Ebro Armaturen Indonesia

WORM GEAR/Roda Gigi Cacing

Operasinya  secara Manual

Ebro Armaturen Indonesia Menawakan salah satu produknya yaitu Roda gigi cacing yang memiliki definisi suatu elemen transmisi yang dapat  meneruskan daya dan putaran pada poros yang bersilang atau bisa disebut suatu jenis roda gigi yang terdiri dari satu atau lebih roda gigi dengan bentuk hamper sama seperti sekrup.

Biasanya dibuat bersama dengan pasangannya, pasangan roda gigi cacing sering disebut pinion/poros cacing. Secara fisik, roda gigi cacing memiliki cekungan di tiap giginya.

Cekungan ini bertujuan mengubah titik kontak antara roda gigi dengan pinion/poros cacing yang biasanya berupa titik, menjadi berupa garis. Sehingga kontak yang terjadi menjadi lebih lama, dan dapat menghasilkan media transmisi daya tinggi. Roda gigi digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat serta jarak yang relatif pendek.

Roda gigi dapat berbentuk silinder atau kerucut. Transmisi roda gigi mempunyai keunggulan dibandingkan dengan sabuk atau rantai karena lebih ringkas, putaran lebih tinggi dan tepat, dan daya lebih besar.

Kelebihan ini tidak selalu menyebabkan dipilihnya roda gigi di samping cara yang lain, karena memerlukan ketelitian yang lebih besar dalam pembuatan, pemasangan, maupun pemeliharaannya. udut gigi-giginya yang mendekati 90 derajat, dan bentuk badannya biasanya memanjang mengikuti arah aksial.

Jika ada setidaknya satu gigi yang mencapai satu putaran mengelilingi badan roda gigi, maka itu adalah roda gigi cacing. Jika tidak, maka itu adalah roda gigi heliks.

Roda gigi cacing memiliki setidaknya satu gigi yang mampu mengelilingi badannya beberapa kali. Jumlah gigi pada roda gigi cacing biasanya disebut dengan thread.

Dalam pasangan roda gigi cacing, batangnya selalu bisa menggerakkan roda gigi spur. Jarang sekali ada spur yang mampu menggerakkan roda gigi cacing. Sehingga bisa dikatakan bahwa pasangan roda gigi cacing merupakan transmisi satu arah.

Keuntungan dari roda gigi yang Ebro Armaturen Indonesia tawarkan ini adalah dengan memberikan input minimal dapat dihasilkan output dengan kekuatan maksimal.

Roda gigi ini biasanya digunakan untuk kecepatan-kecepatan tinggi dengan kemampuan mereduksi kecepatan yang maksimalr. Roda gigi jugacacing menghasilkan perbandingan reduksi yang besar, sehingga dapat menghasilkan putaran yang rendah namun mendapatkan torsi yang tinggi.

Aplikasi Penggunaan Roda Gigi Cacing:

  1. Penggunaan dalam permesinan. Karena pasangan roda gigi ini memiliki yang khusus yaitu aaself locking dan rasio pasangan yang besar, maka pasangan roda gigi ini sangat cocok untuk aapengerjaan permesinan yang presisi. Contoh dari fungsi ini adalah pada kepala pembagi .
  2. Penggunaan dalam peralatan tambang dan konstruksi. Pasangan roda gigi cacing sangat cocok digunakan dalam pekerjaan yang membutuhkan kapasitas tenaga putaran yang tinggi dan daya tahan terhadap guncangan . contohnya adalah penggunaan feeder breaker dalam proses penambangan.
  3. Penggunaan dalam percetakan dan pengepakan. Dalam penggunaan rol mesin cetak, pasangan roda gigi cacing membantu pengerjaan dalam kecepatan tinggi karena sifat presisinya dalam kemampuanya menahan guncangan.
  4. Proses pengolahan kertas dan plastic. Pasangan roda gigi ini mampu digunakan pada tenaga putaran tinggi dengan gerakan yang berkesinambungan
  5. Pada gardan mobil untuk menggerakan roda belakang mobil diperlukan torsi yang besar
  6. Pada mesin uji puntir

Untuk lebih jelas dan lengkap bisa datang dan melihat langsung.

PT.Suplindo 88 ditunjuk oleh Ebro Armaturen International untuk memasarkan dan melayani semua produk Ebro Armaturen dalam berbagai ukuran dan spesifikasi.

Hubungi Kami :
Alamat : Ruko Sunter Metro Blok B 29, Jl. Danau Sunter Utara, Jakarta 14340

VISIT http://valvearmaturenindonesia.com/

EBRO ARMATUREN INDONESIA

Ebro Armaturen F 012-K1 GAS – Ebro Armaturen Indonesia

Kami Ebro Armaturen Indonesia menawarkan Katup Butterfly Tipe Flens EBRO Ganda F 012-K1 Gas yang memiliki panjang konstruksi yang pendek dan untuk digunakan dalam aplikasi tugas berat.

Ebro Armaturen F 012-K1 GAS

DATA TEKNIS

Diameter nominal:

DN 150 – DN 2000 (Diameter Lebih Besar berdasarkan permintaan)

Tatap muka:

EN 558 Series 20

ISO 5752 Series 20

API 609 Tabel 1

Akomodasi Flange:

EN 1092 PN 6/10/16/25

Kelas ASME 150/300

AS 4087 PN 16/21

Desain Permukaan Flange:

EN 1092 Formulir A / B

ASME RF, FF

Flensa atas:

EN ISO 5211

Menandai:

EN 19

Pemeriksaan ketat:

EN 12266 (Tingkat Kebocoran A) ISO 5208, Kategori 3

Kisaran suhu:

–40 ° C hingga + 200 ° C (tergantung tekanan, medium dan material)

Max.

Tekanan operasi:

maks. 16 bar.

Bentuk penyekatnya adalah piringan yang mempunyai sumbu putar di tengahnya. Jenis valve in,Menurut disainnya, dapat dibagi menjadi concentric dan eccentric. Eccentric memiliki disain yang lebih sulit tetapi memiliki fungsi yang lebih baik dari concentric.

Bentuknya yang sederhana membuat lebih ringan dibandingkan valve lainnya. Dapat digunakan untuk mengisolasi atau mengatur aliran.  Mekanisme penutupan mengambil bentuk sebuah disk .

System pengoperasiannya yang memungkinkan cepat untuk menutup. Produk Ebro Armaturen Indonesia umumnya disukai karena harganya lebih murah di banding valve jenis lainnya. Desain valvenya lebih ringan dalam berat dibanding jenis-jenis valve yang lain.

Biaya pemeliharaan biasanya pun lebih rendah karena  jumlah bagian yang bergerak minim.

Deskripsi

1 Body NODular Cast Iron

2 Seal NBR EPDM CSM FPM VSI

3/4 Bantalan lengan Bronze Poliamida PTFE

5 Pelat penutup Abu-abu Cast Iron

6 O-ring NBR FPM

7 Set sekrup DIN 915 Baja Stainless Steel

8 Disc Steel Stainless Steel Aluminium perunggu Permukaan Coating Versi berkualitas dengan poros terpecah.

Material-

No. ASTM Acrylonitrile butadiene rubber Ethylene propylene caoutchouc Chlorsulphonated polyethylene Fluorocarbon caoutchouc

Karet silikon Acrylonitrile butadiene rubber Fluorocarbon caoutchouc 45 H galvanized X5CrNiMo17-12-2.

– Nilai torsi yang ditentukan media pelumas

– Serbuk (non-pelumas)

– Nilai yang ditentukan didasarkan pada torsi breakaway awal

– Spesifikasi torsi dinamis tersedia atas permintaan actuator.

Katup kupu-kupu ganda dengan panjang konstruksi pendek untuk digunakan dalam aplikasi tugas berat.

FITUR

– Penyegelan yang benar-benar ketat dengan aliran di kedua arah

– Badan katup dan cakram secara akurat dimesinkan yang menghasilkan torsi operasi rendah dan masa pakai dan keandalan yang lama

– Bantalan poros tiga mencegah defleksi poros dan menjamin bimbingan optimal bahkan setelah bertahun-tahun layanan pengoperasian

– Dapat dibongkar, daur ulang khusus bahan yang mungkin

– Pemasangan flensa tunggal dimungkinkan

– Dapat dipasang pada posisi apa pun yang diinginkan

– Bebas perawatan

– Katup yang dapat diperbaiki sepenuhnya

APLIKASI UMUM

Lepas Pantai

– Teknologi air dan air limbah

– Pembuatan kapal

– Pembangkit listrik

Untuk lebih jelas dan lengkap bisa datang dan melihat langsung.

PT.Suplindo 88 ditunjuk oleh Ebro Armaturen International untuk memasarkan dan melayani semua produk Ebro Armaturen dalam berbagai ukuran dan spesifikasi.

Hubungi Kami :
Alamat : Ruko Sunter Metro Blok B 29, Jl. Danau Sunter Utara, Jakarta 14340

VISIT http://valvearmaturenindonesia.com/

EBRO ARMATUREN INDONESIA

Ebro Armaturen Indonesia Pisau Katup Gerbang Dengan Desain Pemotongan Khusus Tidak Bergerak.

Ebro Armaturen Indonesia

Pisau Katup Gerbang Dengan Desain Pemotongan Khusus

Karakteristik

Bentuk: gerbang pisau

Operasi: dioperasikan secara pneumatik

Fungsi: mematikan

Media: lumpur

Tubuh: tipe lug

Aplikasi: bubuk, padatan

Tekanan: 6 bar, 4 bar (87 psi)

DN: Maks .: 600 mm

Min .: 400 mm

Deskripsi

Kami Ebro Armaturen Indonesia menawarkan Katup gerbang pisau Stafsjö SLV dan SLF sangat cocok untuk sluri yang abrasif dan menuntut di mana keandalan operasi dan biaya siklus hidup rendah ditekankan. SLV adalah versi lugged sementara SLF sepenuhnya flens dan sangat cocok pada pipa-pipa non-terpusat tua atau aplikasi tekanan rendah. Knife Gate Valve dengan desain pemotongan khusus.

Gerbang katup pisau Stafsjö MP memiliki lubang penuh dan menutup rapat hingga nilai tekanan penuh katup yang terlepas dari arah tekanan. Ini memiliki arah tekanan yang disukai dan desain pemotongan khusus, yang membuatnya cocok untuk beberapa aplikasi dan media seperti bubur, lumpur, biomassa, serbuk dan bahan padat lainnya.

Pisau gerbang pisau Stafsjö MP adalah lubang penuh dan ketat dua arah katup dengan arah tekanan yang disukai. Katup memiliki gerbang dengan tepi bevel yang efektif memotong media yang berbeda.

Ini spesial teknik mematikan membuat MP cocok untuk kedua cairan dan kering media seperti bubur, lumpur, biomassa, bubuk dan berbagai jenis limbah.

MP disediakan dengan badan katup di stainless steel yang memiliki port pembersihan parut sebagai standar. Sistem ring punggawa Stafsjö di satu sisi gerbang dan dukungan gerbang khusus di sisi lain itu ketat di kedua arah tekanan.

Dukungan gerbang dan kursi juga memiliki fungsi gesekan ketika katup dioperasikan yang menjamin, bersama dengan sistem kotak kelenjar dengan tiga lapis Twin- Kemas TM dan scraper bawah kotak, tidak ada media yang mencapai sekitarnya lingkungan Hidup.

Pekerjaan atas terdiri dari balok aluminium dan dasi stainless steel batang, yang memberikan ketahanan korosi yang baik dan operasi yang stabil.

Ada beberapa jenis aktuator dan aksesori untuk dipilih Koleksi standar Stafsjö – semuanya dapat ditukarkan antar masing-masing lain. Katup MP dirancang, dibuat, diperiksa, dan diuji menurut European Pressure Equipment Directive (PED

Data Teknis:

Diameter nominal:

DN 400 – DN 600

Tatap muka:

Stafsjö standar manufaktur

Akomodasi Flange:

EN 1092 PN 10

Pemeriksaan ketat:

EN 12266-1: Tingkat 2012 A

Aktuator:

DN 400, 6 bar

DN 500 – DN 600, 4 bar

Untuk lebih jelas dan lengkap bisa datang dan melihat langsung.

PT.Suplindo 88 ditunjuk oleh Ebro Armaturen International untuk memasarkan dan melayani semua produk Ebro Armaturen dalam berbagai ukuran dan spesifikasi.

Hubungi Kami :
Alamat : Ruko Sunter Metro Blok B 29, Jl. Danau Sunter Utara, Jakarta 14340

VISIT http://valvearmaturenindonesia.com/

EBRO ARMATUREN INDONESIA

Ebro Armaturen CYCLE LOCK – EBRO ARMATUREN INDONESIA

Ebro Armaturen CYCLE LOCK

Ebro Armaturen Indonesia

Diameter nominal: DN 50 – DN 600

Kisaran suhu: -40 ° C hingga + 200 ° C (tergantung pada tekanan, media dan material)

Max. tekanan operasi: maks. 10 bar

Max. tekanan diferensial: maks. 10 bar

Koneksi: PN 6, 10, 16

Volume kamar: spesifik pelanggan

Pasokan udara: 6 bar

Tegangan suplai: 230 V, 50Hz

Operasi: via 4 ”Touchpanel

Kisaran suhu kunci: -20 – 70 ° C

SISTEM KUNCI SIKLUS SOLUTION: DN 50 – DN 600

katup bandul & kunci tekanan adalah sistem katup pengalir, khusus untuk penghapusan terus menerus dari abrasif yang sangat abrasif terhadap media beracun dalam jatuh bebas, tekanan atau aplikasi vakum.

Katup kupu-kupu atas atau bawah selalu tertutup sehingga tidak ada kehilangan tekanan dengan perbedaan tekanan antara dua sistem dan dapat berfungsi sebagai sistem keamanan. untuk menghitung waktu yang dibutuhkan oleh silinder hidrolik untuk melakukan gerakan memanjang penuh.

Cycle time adalah hal yang sangat penting dalam mendiagnosa problem hidrolik.

Ada beberapa istilah penting yg berkaitan dengan Clock, yaitu :

Cycle : adalah satuan yang digunakan untuk menandakan selesainya satu siklus clock, mulai dari denyutan dikeluarkan kemudian naik hingga nilainya mencapai 1 lalu mulai turun nilainya hingga 0

Cycle Time (T) : adalah jumlah waktu yg diperlukan oleh sinyal clock untuk menyelesaikan satu (1) siklus clock

Rise Time : adalah waktu yang dibutuhkan untuk perubahan nilai clock dari 0 ke 1

Fall Time : adalah waktu yang dibutuhkan untuk perubahan nilai clock dari 1 ke 0

Clock Frequency (F) : adalah besaran untuk menilai kemampuan suatu sinyal clock dalam menciptakan satu siklus denyutan setiap detiknya alias berapa banyak cylce per detik yang dapat di hasilkan oleh sinyal clock. Sesuai standra internasional, Satuan yang digunakan untuk mengukurnya adalah Hertz = Hz, dimana 1Hz sama dgn satu cycle per detik.

Sebagai contoh, jika sinyal clock membutuhkan waktu 10ms (micro second) dalam menyelesaikan satu siklus denyutan (cycle) maka clock frequency = 1/0,001 = 1000 Hz = 1KHz

F = 1/T —> T = 1/F

berdasarkan rumus diatas, kita bisa mencari berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengeksekusi satu instruksi pada mikrokontroler yang mempunyai clock 12MHz, karena pada mikrokontroler, instruksi dieksekusi pada satu siklus clock. Berikut caranya :

F = 12.000.000 Hz

F = 1/T

12.000.000 = 1/T

T = 1/12.000.000

T = 83 x 10^-9 s = 83 x 10^-6 ms = 83 x 10^-3 us = 0,083 us = 83 ns

 

Untuk lebih jelas dan lengkap bisa datang dan melihat langsung.

PT.Suplindo 88 ditunjuk oleh Ebro Armaturen International untuk memasarkan dan melayani semua produk Ebro Armaturen dalam berbagai ukuran dan spesifikasi.

Hubungi Kami :
Alamat : Ruko Sunter Metro Blok B 29, Jl. Danau Sunter Utara, Jakarta 14340

VISIT http://valvearmaturenindonesia.com/

EBRO ARMATUREN INDONESIA

EBRO Armaturen FS-M, Ebro Armaturen Indonesia

EBRO Armaturen FS-M

Ebro Armaturen Indonesia perusahaan penyuplai produk perpipaan dan alat industry dari Jerman yang berkualitas dan terpercaya menawarkan Katup impeller untuk mematikan dan mengontrol aliran produk dalam jumlah besar industry adalah salah satu produk andalan kami Ebro Armaturen Indonesia.

Karakteristik

Bentuk: kupu-kupu

Operasi: digerakkan secara elektrik

Tubuh: jenis lug, logam

 

Karakteristik lain: untuk material curah, debit

Suhu: Min .: -20 ° C (-4 ° F) .Maks .: 100 ° C (212 ° F)

Tekanan: 6 bar (87 psi)

DN: Min .: 150 mm . Maks .: 400 mm

 

DATA TEKNIS

Diameter nominal: DN 150 – DN 400

Antar muka: standar kerja Ebro

Akomodasi Flange: EN 1092 PN 6/10/16

Kelas ASME 150

Menandai: EN 19

Tekanan operasi: maks. 3 batang

Kisaran suhu: -20 ° C hingga + 100 ° C, opsional hingga + 250 ° C

Rangka: Flensa penuh logam ringan dengan cincin yang disisipkan (besi tahan karat)

Impeller: Besi tahan karat, cermin opsional dipoles

Aktuator: Aktuator listrik 230V / 400V 50Hz / 60Hz, 30 menit-1 hingga 100 menit-1

 

Spesifikasi Kunci

Tersedia dalam ukuran 6 “hingga 16”

Bantalan poros tiga

Operasi bebas perawatan

Bodi dan impeller stainless steel dengan flensa ASME Kelas 150

Opsional berhenti di posisi nol (penyegelan), kontrol kecepatan putaran, katup putar yang mengeras, dan rotasi kanan / kiri

FITUR

– Bebas perawatan -Pulang bantalan poros

– Dapat dipasang di posisi yang diinginkan

– Pembuangan produk mengalir cepat yang aman dan konsisten

– Pengurangan demixing yang nyata selama pengosongan

– Tidak ada pemadatan atau levigasi produk selama pengisian dan melepaskan

– Kontrol dan takaran aliran produk

– Opsional: Berhenti di posisi nol (penyegelan) Rotasi kanan / kiri

Kontrol kecepatan putaran Katup putar yang dikeraskan

 

APLIKASI UMUM

– Memadukan tanaman

-Konstruksi Silo

– Mengulas penanganan

– Menimbang teknolog Actuator: Aktuator listrik 230V / 400V 50Hz / 60Hz, 30 menit-1 hingga 100 menit-1 Seri katup

impeller FS dirancang untuk pembuangan yang aman dan konsisten dari produk mengalir cepat dalam industri curah.

Memiliki lternatif untuk kunci putar konvensional, menyimpang dalam desain dari kunci putar sementara fungsinya hampir identik.

Karena panjang instalasi yang rendah, desain ini adalah solusi jika kunci pintu konvensional tidak dapat dipasang karena kurangnya ruang. Pintu geser metering yang berlaku universal dan sangat cocok untuk kontrol atau takaran yang dapat diandalkan dari aliran produk (materi kering).

Cocok untuk aplikasi dengan bubuk ringan, non-abrasif hingga abrasif, butiran atau palet, dalam kimia, makanan atau industri farmasi di zona ATEX 20, 21, 22 dan lingkungan FDA.

 

Karakteristik dari EBRO FS-M Rotary Dosing Lock:

Rumah cor dari paduan aluminium dengan cincin 316 stainless steel

Panjang konstruksi pendek berbeda dengan sluices dosis konvensional

Karena saluran masuk besar, produk tidak hancur antara bilah rotor dan dinding tabung jatuh

Rotor: RVS316 (versi opsional yang dipoles)

Manset: cincin RVS316

Cocok untuk produk yang lengket, tidak abrasif, hingga abrasif

Percayakan pada kami Ebro Armaturen Indonesia setiap aplikasi industri. Karena produksi dan teknologi bisa anda pesan sesuai keinginan, katup dapat selalu dilengkapi dengan aktuator pas dan optimal.

Kami memberi kemudahan dala menggunakan teknologi yang sangat baik dari kedua komponen dijamin, yang mengurangi penggunaan energi. Berkat desain dan keragaman materialnya, produk yang dipasang secara teruji, tertutup yang tangguh dan katup kontrol hampir dapat digunakan secara universal.

Apakah mediumnya adalah air, bubuk atau gas – dengan berbagai material, kami dapat menawarkan solusi optimal untuk aplikasi Anda.

Ebro Armaturen Indonesia

untuk memasarkan dan melayani semua produk Ebro Armaturen Indonesia dalam berbagai ukuran dan spesifikasi.

Hubungi Kami :
Alamat : Ruko Sunter Metro Blok B 29, Jl. Danau Sunter Utara, Jakarta 14340

VISIT http://valvearmaturenindonesia.com/